Home » BLOG » Ujian Tulis Program Muadalah

Ujian Tulis Program Muadalah

Ujian Tulis Program Muadalah Resmi Dimulai

Pesantren Modern An-Nuqthah, Cipete, Tangerang | 9–20 Juni 2025

Memasuki bulan Juni 2025, Pesantren Modern An-Nuqthah kembali melaksanakan agenda penting tahunan, yaitu Ujian Tulis Semester Genap untuk Kelas Program Muadalah. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 9 hingga 20 Juni 2025, melibatkan seluruh santri yang mengikuti Program Kelas Muadalah, yakni program unggulan yang telah mendapatkan pengakuan resmi (mu‘adalah) dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Dalam pelaksanaannya, ujian tulis dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

  1. Kategori Maudu’i (Tematik Keilmuan Keislaman)
  2. Kategori Lughowi (Kebahasaan Arab)
  1. Ujian Maudu’i: Menjaga Tradisi Keilmuan Klasik

Kategori Maudu’i mencakup mata pelajaran-pelajaran utama dalam bidang keislaman seperti:

  • Fiqhi Mazhabi (Fiqih Berdasarkan Mazhab)
  • Ilmu Hadits
  • Tafsir
  • Tarikh Tasyri’ (Sejarah Legislasi Islam)

Ujian pada kategori ini dilaksanakan dengan metode Paper Based Test (PBT) atau ujian tulis konvensional berbasis kertas. Metode ini dipilih untuk menjaga kekhusyukan dan keseriusan santri dalam menelaah materi-materi yang memerlukan penguasaan mendalam terhadap nash-nash syar’i, dalil-dalil fiqh, serta pemahaman terhadap turats (kitab-kitab klasik).

Menurut Ketua Panitia Ujian, Ustadz Budi Yardi, S.E., metode ujian kertas ini memang menjadi standar dalam tradisi pendidikan Islam klasik.

“Kitab-kitab fiqih dan tafsir tidak bisa dipahami dengan cepat. Dibutuhkan ketenangan pikiran dan kemampuan menulis dengan runut. Inilah yang kami latih kepada santri,” tuturnya.

  1. Ujian Lughowi: Adaptasi Digital dalam Dunia Bahasa

Sementara itu, kategori Lughowi, yang terdiri dari pelajaran:

  • Nahwu
  • Sharaf
  • Insya’
  • Qira’ah
  • Istima’
  • Balaghoh
  • Tarjamah

dilaksanakan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hal ini menjadi bagian dari inovasi pendidikan pesantren untuk menyiapkan santri dalam menghadapi model evaluasi internasional yang berbasis teknologi.

Pelaksanaan ujian komputer ini diselenggarakan di Lab Komputer Pesantren Modern An-Nuqthah, yang telah dilengkapi perangkat lunak ujian internal yang dikembangkan secara mandiri. Para santri terlihat antusias dengan sistem baru ini karena memberikan pengalaman ujian yang lebih interaktif dan menantang.

Direktur Program Muadalah, Ustadz Nurdin, S.Ag., mengungkapkan bahwa sistem ini merupakan bentuk integrasi antara tradisi dan modernitas dalam dunia pendidikan Islam.

“Kami ingin membentuk santri yang tidak hanya mahir dalam ilmu-ilmu agama, tetapi juga siap dengan tantangan zaman. Penggunaan teknologi adalah bagian dari kesiapan itu.”

Persiapan Serius dan Suasana Pesantren yang Mendukung

Menjelang ujian, para santri telah mengikuti program ta’hil imtihan (persiapan ujian) dan muthala’ah intensif selama lebih dari tiga pekan. Seluruh tenaga pendidik turut serta dalam membimbing dan mendampingi santri agar benar-benar siap secara akademik dan mental.

Suasana di lingkungan pesantren pun diatur lebih kondusif selama masa ujian. Jam kegiatan harian disesuaikan, penggunaan speaker luar dikurangi, dan area belajar difasilitasi secara maksimal.

Penutup: Menyongsong Masa Depan Santri yang Siap Global

Kegiatan ujian tulis ini bukan hanya menjadi tolok ukur pencapaian santri selama satu tahun pelajaran, tetapi juga menjadi simulasi kesiapan mereka untuk menghadapi ujian masuk Universitas Al-Azhar Kairo, yang menjadi tujuan utama dari Program Muadalah ini.

Dengan pelaksanaan ujian tulis Maudu’i dan Lughowi ini, Pesantren Modern An-Nuqthah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas dan mutu akademik. Sebuah langkah nyata dalam mencetak generasi ulama dan cendekiawan Muslim yang berpikir mendalam, mampu berbahasa Arab secara fasih, serta siap berkontribusi di kancah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *