Home » BLOG » Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Prof. Dr. Nahlah, ‘Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar’ Kunjungi An-Nuqthah

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Prof. Dr. Nahlah, ‘Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar’ Kunjungi An-Nuqthah

Pesantren Modern An-Nuqthah menerima kunjungan Prof. Dr. Nahlah Shabry Al-Saidi, Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, Rabu (22/7/2026). Kedatangan tokoh perempuan senior Al-Azhar tersebut disambut ribuan santri dan pimpinan pesantren yang tergabung dalam Forum Muadalah Al-Azhar (FMA).

Prof. Dr. Nahlah tiba di kompleks Pesantren An-Nuqthah sekitar pukul 08.00 WIB. Sejak pagi, ribuan santri telah berbaris menyambut tamu kehormatan tersebut. Penyambutan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pesantren An-Nuqthah, KH. Zuhri Fauzi, didampingi para asatidz dan tamu undangan.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan antara Al-Azhar Asy-Syarif dengan pesantren-pesantren di Indonesia, khususnya yang tergabung dalam Forum Muadalah Al-Azhar (FMA). Forum tersebut saat ini menaungi sembilan pesantren yang berkomitmen mengembangkan pendidikan berbasis kurikulum dan kemitraan dengan Al-Azhar.

Adapun sembilan anggota Forum Muadalah Al-Azhar meliputi Ma’had An-Nuqthah Al-Islami, Ma’had Al-Irsyad Al-Islami, Ma’had Asy-Syifa’ Al-Islami, Ma’had Darul Qur’an Al-Islami, Ma’had Al-Ittihad Al-Islami, Ma’had Ar-Rahmaniyah, Ma’had Al-Ishlah, Ma’had Fahmil Qur’an, dan Ma’had Al-Andalus Al-Islami.

Zuhri Fauzi menyebut kunjungan Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar itu sebagai kehormatan sekaligus amanah bagi seluruh pesantren anggota FMA.

“Ini merupakan momentum bersejarah. Kehadiran Prof. Dr. Nahlah Al-Saidi menunjukkan perhatian Al-Azhar terhadap perkembangan pesantren di Indonesia. Kami berharap hubungan ini semakin erat dan memberikan manfaat besar bagi pendidikan Islam di Tanah Air,” ujar KH. Zuhri Fauzi.

Dalam agenda kunjungan, Prof. Dr. Nahlah juga memberikan pesan kepada para santri mengenai pentingnya penguasaan ilmu, bahasa Arab, dan pembentukan karakter. Menurutnya, kemajuan umat Islam tidak dapat dipisahkan dari pendidikan yang berkualitas dan lahirnya generasi yang memiliki integritas serta wawasan global.

Kehadiran Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar ini mendapat perhatian luas karena menunjukkan semakin kuatnya hubungan historis antara Al-Azhar Mesir dan pesantren Indonesia. Selama puluhan tahun, Al-Azhar menjadi salah satu tujuan utama pendidikan tinggi bagi para santri Indonesia.

Forum Muadalah Al-Azhar sendiri diharapkan menjadi wadah kolaborasi antar-pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses santri ke Al-Azhar, serta memperkuat posisi pesantren Indonesia di kancah internasional.

Kunjungan Prof. Dr. Nahlah Al-Saidi ke Pesantren An-Nuqthah ditutup dengan ramah tamah, penyerahan cendera mata, dan sesi foto bersama para pimpinan pesantren anggota Forum Muadalah Al-Azhar. Momen tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan kerja sama pendidikan antara Al-Azhar Asy-Syarif dan pesantren-pesantren di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *